Sunday, June 28, 2015

Rani Ramadhany, Drummer cantik Indonesia


DI balik wajah cantik yang lembut, Rani Ramadhany andal menggebuk drum. Dia merupakan salah seorang drumer perempuan di Indonesia yang cukup eksis di media sosial, terutama di situs berbagi video YouTube.


Ada sekitar 80 video perempuan 21 tahun itu sedang bermain drum secara solo yang bisa ditemukan di kanal miliknya. Kemampuannya bermain drum tidak kalah jago oleh drumer band-band terkenal lokal maupun internasional. Rambut panjangnya yang berkibar ke segala arah ketika bermain alat musik tersebut menambah pesona ayunya yang biasanya terlihat di atas catwalk.


Rani saat dijumpai di Kafe DOTD, dekat dengan apartemennya di Sudirman Park, Jakarta Selatan, Kamis lalu (14/5) menceritakan awal mula dirinya tertarik dengan alat musik drum. Mahasiswi semester VI Jurusan Performing Arts Communications London School of Public Relations (LSPR) tersebut mengatakan, sebelum berusia sebelas tahun, dirinya dibuat kagum oleh alat musik pengiring tempo tersebut.

”Saya waktu kecil suka menonton musik dari band-band gitu di televisi. Yang saya lihat bukan vokalisnya, tapi drumernya, yang biasanya ada di belakang,” kata pemilik lesung pipit di pipi kanan –yang tampak ketika tersenyum– itu.

”Saya suka sebal kalau kamera di televisi jarang menyorot drumernya,” imbuhnya sambil mengerutkan kening.

Karena telanjur jatuh cinta dengan alat musik drum, Rani meminta kepada kedua orang tuanya untuk dibelikan drum sebagai kado ulang tahun kesebelas. ”Ibu saya kaget, kok mintanya drum sih. Cewek kok main drum sih,” kenangnya.

Permintaan itu tidak langsung dituruti. Rani lalu mencari cara agar bisa menyalurkan hasrat bermain drum. ”Saya ingat banget, waktu makan di meja makan, saya selalu taruh piring atau panci di depan. Lalu, saya pukul-pukulin, membayangkan itu drum,” ujarnya.

Keinginan yang besar untuk memiliki drum itu akhirnya membuat orang tua Rani luluh. Di usia sebelas tahun itu, Rani memiliki drum pertamanya. ”Mungkin mereka kasihan juga lihat saya. Lagi pula, yang saya minta ini untuk hal-hal yang positif, nggak yang macam-macam,” ucap Rani, bernada puas dengan kemenangannya waktu itu.


Bermain drum bukan sekadar hobi. Rani terus mengasah kemampuannya. Dia pun semakin mahir. Rani tidak perlu guru. Dia belajar sendiri. ”Dulu, belum ada yang namanya YouTube. Jadi, nggak bisa lihat seperti apa caranya main drum. Saya beli kaset dan lihat di televisi. Terus, dengarkan dan mencoba main hingga suaranya sama persis dengan lagunya,” terangnya.

Permainan drumnya dipuji Mother Monster Lady Gaga serta penyanyi sekaligus pencipta lagu AS Juliet Simms melalui Twitter. Gara-gara itu, Rani dianggap sebagai hero oleh jutaan pengagum berat Lady Gaga di Indonesia. ”Saya dianggap telah kembali membuat Lady Gaga menengok Indonesia setelah konsernya di Indonesia dulu sempat gagal karena diprotes,” tuturnya.

Selain itu, dia telah diakui oleh komunitas drumer perempuan dunia, yaitu Hit Like a Girl. Pada kompetisi yang diselenggarakan komunitas itu tahun lalu, Rani juga terpilih untuk masuk sepuluh besar best female drummer dunia yang mewakili Indonesia sekaligus kawasan Asia. ”Padahal, yang ikutan dari Indonesia dan Asia banyak,” ucapnya.


Fokus menekuni dunia musik tersebut sempat terbelah lantaran Rani juga ingin menjajal dunia modeling. ”Saya suka terlihat cantik dan ingin tahu rasanya berjalan di atas catwalk. Saya pernah show ke Turki dan negara lain untuk mengikuti dunia ini,” tutur pemilik tinggi badan 173 cm itu.

Rani mengakui bahwa kenyataan yang dihadapinya di dunia modeling agak meleset dari bayangan. ”Ternyata saya bukan perempuan yang betah pakai high heels. Saya kira dulu, modeling kan bisa memilih penampilannya seperti apa, karena saya inginnya ya nggak pakai high heels. Tapi, ternyata kami nggak bisa memilih tugas,” ujarnya.

Apalagi, menurut dia, dunia modeling tidak seseru hobinya bermain drum yang kini sudah menjadi profesinya. ”Kalau jadi model, banyak nunggu dan berdirinya. Penghasilannya juga jauh lebih banyak jadi drumer,” kata wakil Indonesia di ajang Asia’s Next Top Model musim ketiga itu.

No comments:

  © Blogger template Inspiration by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP