Wednesday, April 8, 2020

Kecantikan Pevita Pearce di GOPAY


Bagi yang belum tahu, Pevita Pearce adalah aktris muda Tanah Air yang memiliki skill khusus dalam bermain gim ponsel secara daring alias mobile game. Kegemaran bermain gim online dijalaninya sejak lama. Membanggakan, Pevita mewakili Indonesia dalam PUBG Mobile Club Open (PMCO) Global Final 2019 di Berlin, Jerman.

Prestasi tersebut memantapkan keputusan GoPay mendaulat Pevita sebagai Duta Gaming dan Hiburan. Aksinya di dalam iklan “Pevita Murka” mendapatkan respon menarik dari netizen di Tanah Air. Salah satu penonton YouTube berkomentar, “Ini iklan yang enggak gue lewatkan, justru ketagihan untuk menonton”.


Kepiawaian Pevita Pearce membuktikan bahwa semua bisa menjadi gamers. Pasalnya, ia mematahkan stigma bahwa bermain gim mobile adalah ranah laki-laki. Dengan kata lain, jika Anda adalah seorang gamers perempuan maka sama sekali tak perlu rendah diri. Buktinya, Pevita bisa.

“Aku mau ajak gamers agar berani menggali potensinya masing-masing. Aku sendiri pernah dipandang sebelah mata ketika orang-orang tahu kalau aku hobi main gim, karena gaming masih identik dengan kegiatan laki-laki. Seharusnya siapapun bisa jadi gamers, do it your way,” katanya.


SPV Marketing GoPay Timothius Martin menjelaskan, kehadiran Pevita Peace dalam iklan terbaru GoPay karena hendak menunjukkan sisi lain aktris ini. “Dalam video (iklan) kami ingin mendobrak stigma soal perempuan itu enggak pantas main gim, atau main gim itu harus jago,” katanya.

Berdasarkan data Statista diketahui, mayoritas pemain gim berasal dari rentang usia 21 - 25 tahun, porsi pemain laki-laki sebesar 26 persen sedangkan perempuan 21 persen. Dan pada 2018, terdapat sekitar 60 juta gamers di dalam negeri. Mobile Marketing Association (MMA) memperkirakan angka ini naik mencapai 100 juta orang pada 2020. Potensi penambahan populasi gamers terpengaruh semakin banyak jenis video gim yang menarik.


Indonesia merupakan salah satu pasar gim terbesar di Asia Tenggara dengan nilai berkisar US$ 941 juta atau setara Rp 13 triliun. GoPay tampil sebagai perusahaan dompet elektronik yang turut ambil bagian dalam roda bisnis di industri gim.

Saat ini, satu-satunya uang elektronik yang bisa digunakan di dalam Google Play Store hanya GoPay. Dalam enam bulan terakhir atau sejak fitur transaksi ini dirilis pada Agustus 2019, terjadi kenaikan transaksi tiga kali lipat. Lebih dari 50 persen transaksi GoPay di Google Play didominasi gim. Selebihnya dipakai untuk membayar aplikasi streaming dan hiburan Webtoon (VIU, We TV, LINE Webtoon, Kakao Page, dan lain-lain).


Asal tahu saja, pemain gim yang sejauh ini bertransaksi menggunakan GoPay mayoritas bermain Free Fire, Mobile Legends, dan PUBG dengan rentang usia 16 - 25 tahun. Secara keseluruhan, tiga gim ini ditambah Game of Sultan, Garden Scape, Homescape, dan Hago menjadi terbanyak dimainkan gamers.

Timothius mengaku optimistis bahwa GoPay selalu mampu memudahkan para pemain gim untuk bertransaksi di dalam Google Play. Sebab, mereka bisa melakukan isi ulang diamond, skin, atau kredit gim dengan 1-tap-buy, dan tidak perlu keluar dari aplikasi atau ditarik biaya tambahan.


“Selain mendukung e-sport Indonesia, kami juga dukung gamers bebas bermain dengan caranya sendiri sembari tetap bertanggung jawab. Melalui GoPay, yang membuat pembayaran in app game lebih gampang, kami dukung semua pemain gim untuk menggali potensi dirinya,” ujar Timothius.
Ke depan, GoPay fokus mengembangkan dengan beberapa strategi, misalnya melalui dukungannya kepada pemain e-sport profesional, seperti AURA, Bigetron, RRQ, dan BTR agar bisa terus bertanding di turnamen e-sport internasional, mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. GoPay juga ingin membuka peluang agar semakin banyak gamer yang dapat berkarir lebih profesional. Dompet digital paling lekat dengan milenial ini hendak turut aktif membangun ekosistem industri gim di Tanah Air.

Artikel ini dikutip dari Katadata.co.id
judul "Cerita di Balik Iklan GoPay yang Bikin Pevita Pearce Murka" , https://katadata.co.id/berita/2020/03/13/cerita-di-balik-iklan-gopay-yang-bikin-pevita-pearce-murka
Penulis: Tim Publikasi Katadata
Editor: Tim Publikasi Katadata





Friday, April 3, 2020

POCONG JAGA DESA VIRAL SAMPAI KOREA


Masyarakat Dukuh Kesongo RT 002 RW 001, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah menerapkan pocong portal untuk menjaga akses kampung.

Pocong portal ini berwujud dua orang warga yang mengenakan pakaian hantu pocong. Mereka bersiaga menghadang jalan masuk kampung. Tujuannya untuk membantu pemerintah supaya warga, terutama anak-anak tak keluar rumah selama pandemi corona.

Namun, portal pocong tersebut kemudian dihentikan. Sebab, portal pocong yang seharusnya digunakan menakut-nakuti anak-anak justru mengundang perhatian warga lain.

Warga malah berbondong-bondong datang ke dusun untuk menyaksikan pocong menjaga kampung. "Tujuannya biar warga di rumah. Tapi malah banyak warga yang menonton.

Akhirnya sepakat untuk sementara kita hentikan karena malah mengundang massa.



pocong menjaga kampung dari viralnya foto pocong di sebuah media Korea Selatan. Sebelumnya, warga kampung mereka memang pernah memakai kostum pocong saat malam Satu Suro pada tahun 2019.

Foto dua warga menggunakan kostum pocong itu kemudian menyebar setelah diunggah kembali oleh warga dengan tulisan 'portal antimainstream'. Tak disangka, foto itu diberitakan media Korea Selatan, SBS.co.kr. Artikel berjudul 'Pencegahan Covid, Desa di Indonesia Sampai Dijaga Hantu Pocong' itu ditulis dalam huruf Hangul.


Namun karena implementasi tidak sejalan dengan tujuan agar orang-orang tetap berada di rumah, pocong portal itu kini dihentikan sementara.karena malah mengundang massa.



dikutip dari Kompas.com

judul :
"Cerita Dua "Pocong" Jaga Desa di Sukoharjo, Supaya Warga Tak Keluar Rumah, Malah Ramai Jadi Tontonan"

Editor :
Pythag Kurniati

https://regional.kompas.com/read/2020/04/04/06000001/cerita-dua-pocong-jaga-desa-di-sukoharjo-supaya-warga-tak-keluar-rumah-malah?page=2.

Wednesday, April 1, 2020

INDONESIA BANGUN RUMAH SAKIT CORONA 8 HARI


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan fasilitas observasi dan penampungan untuk penyakit menular, seperti wabah virus Corona (Covid-19) ditargetkan dapat selesai pada 28 Maret 2020.

Basuki menjelaskan pembangunan fasilitas observasi dan penampungan di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau tersebut, telah dimulai pada pekan ini.



"(Pengerjaannya) sudah dari hari Minggu kemarin, sampai 28 Maret," kata Basuki saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Selasa, 10 Maret 2020.

Basuki menjelaskan fasilitas kesehatan tersebut memanfaatkan lokasi eks tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) yang difungsikan sejak tahun 1979 hingga 1996. Nantinya, fasilitas kesehatan ini juga terdapat hunian untuk dokter, paramedik, serta sarana umum seperti dapur dan laundry.

Pada tahap pertama, Kementerian PUPR akan membangun ruang observasi yang dapat menampung 500 tempat tidur. Ruang observasi ini akan berbentuk seperti barak, di mana 1 barak terdiri dari 6-8 tempat tidur.

Selain ruang observasi, terdapat juga ruang isolasi yang dibangun untuk sekitar 50 orang, terdiri dari 30 kamar ICU (Intensive Care Unit) untuk perawatan lebih intensif dan 20 kamar non-ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

Basuki menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan untuk penampungan dan observasi ini memang saat ini diutamakan untuk Corona, namun nantinya juga ditujukan untuk penyakit menular lainnya.


Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan untuk observasi dan penampungan penyakit menular ini telah menyerap sekitar 700 tenaga kerja. Anggaran pembangunan seluruh sarana dan prasarana kesehatan tersebut dilakukan melalui Kerjasama Operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Waskita dengan Konsultan Manajemen Konstruksi PT. Virama Karya.

VIDEO PEMBUATAN RUMAH SAKIT


dikutip dari bisnis.tempo.co (Selasa, 10 Maret 2020 18:39 WIB)
Reporter: Antara
Editor: Dewi Rina Cahyani
Link: https://bisnis.tempo.co/read/1317909/rumah-sakit-corona-di-pulau-galang-rampung-dua-pekan-lagi

  © Blogger template Inspiration by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP